Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Berhasil Menahan Tekanan, Mampu Bertahan di Zona Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 March 2026 16:14

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup hari ini dengan penguatan terbatas, di tengah kembali melonjaknya harga minyak mentah dunia. 

Sore ini, Senin (26/3/2026), rupiah hanya menyisakan penguatan 0,04% dan ditutup kembali bertengger di posisi Rp16.904/US$. Kala pembukaan pasar, mata uang Nusantara menguat 0,15% di Rp16.885/US$.

Sinyal terkait perang yang bertentangan antara AS dan Iran kembali mendorong harga minyak dunia kembali naik. AS mengklaim bahwa negosiasi tetap berlanjut dengan Iran, meskipun secara terbuka Iran telah menolak upaya pendekata AS dan mengajukan berbagai syarat baru untuk mengakhiri konflik. 


Minyak mentah brent kembali naik di atas US$100 per barel. Melansir data Bloomberg per 14;30 WIB, nilai kontrak brent untuk Mei kembali naik 2,62% ke US$104,9 per barel.

Kemarin, nilainya sempat turun 2,17% ke level US$102,2 per barel, menyusul kabar bahwa perang akan mencapai resolusi dengan proposal yang ditawarkan AS.