Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5,2% Q1-2026, Tertahan Konflik AS-Iran

Mis Fransiska Dewi
26 March 2026 14:30

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Tercatat 5,03% Lebih Rendah dari Target Pemerintah (Bloomberg/Diolah)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Tercatat 5,03% Lebih Rendah dari Target Pemerintah (Bloomberg/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 akan berada di kisaran 5,1%-5,2%. Ruang kenaikan di level lebih tinggi sulit tercapai lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas. 

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan pertumbuhan ekonomi di rentang tersebut pendorong utamanya yakni konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Namun terdapat hambatan dari perlambatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB)/investasi dan net-ekspor. 

Menurutnya, dasar optimisme pertumbuhan di level 5,2% itu cukup jelas yakni konsumsi rumah tangga yang tetap kuat di tengah faktor musiman Ramadhan dan Idulfitri. 


“Namun, saya melihat ruang kenaikan ke level yang jauh lebih tinggi mulai tertahan oleh memburuknya kondisi global pada Maret 2026 akibat perang di Timur Tengah yang menekan harga energi, pasar keuangan, dan nilai tukar,” kata Josua saat dihubungi, Kamis (26/3/2026). 

Dia menjelaskan faktor pemicu pertumbuhan kuartal pertama terutama datang dari dorongan musiman yang sangat kuat seperti momentum Ramadan, Idulfitri, tunjangan hari raya (THR), bantuan sosial, diskon transportasi, dan pergerakan mudik mendorong belanja rumah tangga, jasa transportasi, perdagangan, makanan minuman, hingga kegiatan ekonomi di daerah.