Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi BBM di Kalbar berangsur normal dan aman, usai sebelumnya sempat terjadi panic buying sehingga terjadi tumpukan antrean hingga menyebabkan stok di sejumlah SPBU kosong.
Anggota Komite BPH Migs Fathul Nugroho mengungkapkan peningkatan suplai BBM ke sejumlah SPBU di Kalimantan Barat telah dilakukan sejak malam takbiran 20 Maret 2026, termasuk pengoperasian sejumlah SPBU selama 24 jam untuk mengurai antrean.
Selain itu, hingga pemantauan per 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan diklaim mulai berangsur membaik.
"Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik," kata Fathul dalam siaran pers, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, berdasarkan pemantauan per 23 Maret 2026, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat menyebut antrean di sejumlah wilayah seperti Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya telah kembali normal.
Sementara itu, kondisi di Kabupaten Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang terpantau sedang, serta Sambas dan Landak masih dalam upaya pengurangan kepadatan.
"Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten. Bengkayang dalam kondisi sedang, sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat," tutur Widhi.
Dari sisi penyaluran, selama periode Satgas 9—22 Maret, penyaluran BBM di Kalbar tercatat rata-rata 2.749 kiloliter (kl)/hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series (naik 19,8% dari normal, dengan puncak kenaikan 54% pada 20 Maret) dan 1.420 kl/hari untuk Solar (turun 3,7% dari normal, dengan kenaikan tertinggi 20% pada 18 Maret).
Sekadar catatan, Bupati Bengkayang menerbitkan surat edaran NOMOR: 100.3.4/4/BAG-EKONSDA/SETDA yang memuat imbauan pembatasan pengisian BBM untuk kendaraan roda 2 dan roda empat, serta pembatasan jam operasional SPBU.
Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa imbauan tersebut dikeluarkan menyikapi tingginya minat masyarakat akan BBM pada setiap SPBU di wilayah Kabupaten Bengkayang.
“Menyikapi tingginya permintaan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) pada setiap SPBU di wilayah Kabupaten Bengkayang dan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Bengkayang menghimbau kepada seluruh SPBU dan masyarakat Kabupaten Bengkayang sebagai berikut,” sebagaimana tertulis dalam surat itu.
Pemda Kabupaten Bengkayang mengimbau agar pengisian BBM bersubsidi atau Pertalite untuk motor di bawah 125 cc dibatasi maksimal sebanyak 3 liter per hari dan untuk motor di atas 125 cc maksimal 5 liter per hari.
Untuk kendaraan roda empat, pembelian BBM jenis Pertalite dibatasi sebanyak 30 liter per hari.
“Untuk mobil ambulans, kendaraan pemadam kebakaran dan kendaraan sampah diprioritaskan. Di setiap SPBU dilakukan penjagaan oleh TNI, POLRI dan SATPOL PP agar tidak ada penyimpangan,” tulis Pemda Kabupaten Bengkayang dalam surat itu.
Sebelumnya, antrean BBM di laporkan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dalam video yang tersebar di media sosial, ratusan warga dilaporkan mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM Pertalite.
Di sisi lain, unggahan yang ramai diperbincangkan di X tersebut menarasikan bahwa harga Pertalite di penjual tak resmi dapat mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter.
“Namun setelah lama mengantre, sebagian pengendara justru mendapat kabar bahwa stok BBM di SPBU sempat habis. Situasi ini memicu keluhan masyarakat terkait distribusi BBM di daerah tersebut,” tulis narasi dalam video X tersebut.
Dalam unggahan yang berbeda, dilaporkan terjadi kekosongan BBM di sepanjang jalan lintas Sumatra dari Riau ke Medan.
“Kondisi SPBU pada malam hari di sepanjang jalan lintas Sumatra dari Riau ke Medan dipadati kendaraan bertonase berat. Beberapa pengendara terlihat keluar masuk area SPBU, sementara lainnya tampak berkeliling mencari tempat pengisian bahan bakar yang tersedia,” sebagaimana tertulis dalam unggahan IG CeritaMedan.
(azr/wdh)





























