Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%; Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%; Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%; Brasil 9%, Australia 8%; serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, Amerika Serikat (AS), dan Malaysia.
Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar di dunia, telah memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli Asia untuk bulan kedua berturut-turut pada April, setelah perang AS-Israel dengan Iran mengganggu perdagangan melalui Selat Hormuz.
Demikian disampaikan dua sumber yang mengetahui hal tersebut, seperti dilaporkan Reuters pada Senin (23/3/2026).
Produsen tersebut hanya memasok minyak mentah Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah ke pelanggan jangka panjang pada April, kata sumber tersebut, sehingga pasokan ke kilang-kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.
Aramco tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar di luar jam kerja. Arab Saudi telah mengekspor 4,355 juta barel minyak mentah per hari sejauh ini pada Maret, menurut data dari perusahaan analitik Kpler, turun dari 7,108 juta barel per hari pada Februari.
(dov/ros)































