Simpang Siur Isu Damai AS-Iran, Harga Minyak Dunia Stabil
News
03 June 2026 06:40

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mencatatkan kenaikan dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi ini terjadi seiring munculnya berbagai laporan yang saling bertolak belakang mengenai prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memicu fluktuasi harga di pasar komoditas.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$94 per barel setelah melonjak lebih dari 7% pada dua sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak jenis Brent ditutup pada level US$96 per barel pada perdagangan Selasa (2/6). Sejumlah laporan dari kantor berita Iran meragukan adanya kemajuan dalam perundingan tersebut, meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa proses negosiasi masih terus berjalan.
Ketidakjelasan mengenai perpanjangan gencatan senjata saat ini—serta masa depan jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz—terus mengguncang harga minyak. Padahal pada bulan lalu, harga minyak sempat melandai karena pasar optimistis kesepakatan akan tercapai. Penundaan resolusi damai ini meningkatkan kekhawatiran global bahwa dunia terpaksa harus terus menguras cadangan minyak mentah yang ada sembari menunggu ekspor dari kawasan Teluk Persia pulih sepenuhnya.
"Dengan asumsi produksi minyak di Timur Tengah kemungkinan besar belum akan kembali ke level sebelum perang hingga paling cepat Oktober atau November mendatang, cadangan minyak global diprediksi menyusut hingga 800 juta barel," kata Bart Melek, global head of commodity strategy di TD Securities. "Oleh karena itu, kami memproyeksikan harga minyak Brent akan berada di kisaran rata-rata US$104 per barel pada paruh kedua tahun ini, dengan risiko lonjakan harga hingga di atas US$150 akibat kelangkaan pasokan di tingkat regional."































