Harga Minyak Lesu, Rupiah Berpeluang Melaju
Tim Riset Bloomberg Technoz
15 June 2026 08:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali pekan ini, rupiah sepertinya mengirim sinyal penguatan lebih lanjut dengan apresiasi di luar negeri.
Di perdagangan di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah sempat dibuka melemah 0,29% di Rp17.877/US$. Namun kemudian sukses berbalik arah dan menguat 0,21% ke posisi Rp17.788/US$.
Penguatan rupiah offshore terjadi sejalan dengan mata uang kawasan yang bergerak di zona hijau. Melansir data Bloomberg, won Korea Selatan menguat paling tajam 0,62%, disusul ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dolar Singapura, baht Thailand, yuan China, dan yen Jepang.
Pergerakan mata uang kawasan ditopang oleh harga minyak mentah jenis Brent yang kembali terpangkas 3,93% ke level US$83,90 per barel. Harga minyak kembali merosot setelah AS dan Iran menyepakati kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang, yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut menjadi kabar baik bagi produsen energi Teluk Persia dan industri pelayaran global, meskipun masih terdapat hambata sebelum lalu lintas kapal dapat kembali normal seperti sedia kala.





























