Logo Bloomberg Technoz

IHSG Masih Akan di Kisaran 7.000 Usai Libur Lebaran

Artha Adventy
17 March 2026 16:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak di kisaran level 7.000 usai libur Lebaran, dengan volatilitas tinggi seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global.

Branch Manager Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai, arah pergerakan IHSG setelah libur panjang sangat bergantung pada dinamika global, terutama tensi geopolitik dan arah kebijakan suku bunga.

Selama periode libur, pasar global tetap bergerak, sementara IHSG berhenti sementara. Kondisi ini membuka potensi terjadinya gap saat perdagangan kembali dibuka.


“Jika tensi geopolitik mendorong risk-off, seperti kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS, IHSG berpotensi mengalami gap down saat pembukaan. Sebaliknya, jika terjadi deeskalasi, pasar bisa merespons dengan relief rally,” kata Elandry, Selasa (17/3/2026).

Perhatian pasar saat ini tertuju pada kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Potensi gangguan di wilayah tersebut dinilai dapat mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi global.