Respons Sinyal Damai AS-Iran, Pergerakan Bursa Asia Variatif
News
16 June 2026 07:00

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia mempertahankan posisinya setelah sempat anjlok ke penurunan terdalamnya dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Senin (15/6). Tren ini terjadi menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sebuah langkah yang berhasil meredakan kekhawatiran atas pasokan energi sekaligus memicu reli positif di pasar saham global. Sementara itu, bursa saham di Asia bersiap menghadapi pembukaan yang bervariasi pada hari ini.
Harga minyak mentah AS terpantau stabil di kisaran US$81 per barel pada perdagangan dini hari, yang turut membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Di sektor pasar modal, kontrak berjangka mengindikasikan adanya potensi penurunan untuk indeks acuan di Sydney dan Hong Kong. Sebaliknya, bursa Tokyo diprediksi bakal menguat seiring para pelaku pasar yang menanti keputusan bank sentral Jepang pada Selasa (16/6). Di bursa AS, kontrak berjangka tidak banyak bergerak setelah indeks S&P 500 melesat 1,7% dan indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi melonjak hingga 3,1%.
Seorang pejabat senior AS dalam panggilan telepon dengan para jurnalis mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance telah menandatangani salinan elektronik dari nota kesepahaman (MoU) dengan Iran. Selat Hormuz "saat ini sudah dibuka sebagian," dan "akan dibuka sepenuhnya" pada hari Jumat nanti, tutur Trump dalam pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Kesepakatan antara AS dan Iran ini merupakan sebuah terobosan besar dan menjadi sentimen positif bagi pasar. Sebab, proses negosiasi yang tarik-ulur selama ini hanya menimbulkan ketidakpastian tambahan dan volatilitas tinggi,” ujar Michael Landsberg dari Landsberg Bennett Private Wealth Management.



























