Logo Bloomberg Technoz

Di pasar obligasi, tanda-tanda tekanan sudah terlihat. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) meningkat tajam, begitiu juga dengan arus keluar dana asing juga mulai meningkat.

Yield tenor 1Y naik 15,9 bps ke 5,76%, sementara tenor 3Y naik 16,6 bps menjadi 6,23%. Tekanan juga terlihat pada tenor 5Y yang melonjak 18,8 bps ke 6,51%, serta tenor 6Y naik 11 bps menjadi 6,77%.

Pasar obligasi telah mengalai net outflow (arus modal keluar) sebesar US$123 juta secara harian. Sepanjang pekan, arus modal keluar telah mencapai US$667,1 juta. 

Sementara di pasar saham, IHSG ditutup melemah 97,8 poin (1,37%) di posisi 7.039,4 pada jeda perdagangan siang ini. Pelemahan ini menjadi yang terendah sejak Juli 2025.

Likuiditas yang relatif tipis menjelang periode libur Lebaran ikut menambah tekanan di pasar saham. Investor saat ini sepertinya cenderung menahan diri untuk menempatkan dana baru ketika pasar akan tutup beberapa hari, terutama dalam kondisi risiko global yang masih tinggi. 

Kegelisahan yang terjadi saat ini mencerminkan adanya ketidakpastian arah kebijakan. Ketika risiko global meingkat dan arah kebijakan domestik belum jelas, investor mengambil posisi defensif. Sebab, pasar sedang  menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal yang selama ini menjadi jangkar kepercayaan mereka memarkirkan uangnya di pasar keuangan Indonesia. 

(dsp/aji)

No more pages