Pasar Obligasi Tertekan Aksi Jual, Yield SUN 10 Tahun Nyaris 7%
Redaksi
16 March 2026 11:08

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang Indonesia sedang menghadapi pekan yang penuh gejolak. Pada Senin (16/3/2026) imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) bertenor 10Y, yang menjadi acuan utama bagi investor, naik 9,2 basis poin (bps) ke 6,89%. Kenaikan yield ini menandakan tekanan aksi jual dan menjadi posisi tertinggi sejak Mei tahun lalu.
Imbal hasil pada semua tenor melanjutkan tren kenaikan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Kenaikan yield merata terutama pada tenor pendek.
Yield tenor 1Y naik 15,9 bps ke 5,76%, sementara tenor 3Y naik 16,6 bps menjadi 6,23%. Tekanan juga terlihat pada tenor 5Y yang melonjak 18,8 bps ke 6,51%, serta tenor 6Y naik 11 bps menjadi 6,77%.
Pada tenor panjang, yield juga bergerak naik, meski dengan kenaikan yang relatif terbatas. Yield 15Y naik 5,1 bps berada di 6,95%, tenor 18Y naik 4,5 bps ke 6,97%, dan tenor 20Y naik 4,2 bps di 6,86%.
Aksi jual terjadi lantaran beredarnya informasi mengenai skenario defisit fiskal melebihi 3% terhadap PDB akibat perang Iran. Skenario tersebut disiapkan oleh Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, yang disertai usul untuk menerbitkan Perppu sebagai langkah antisipasi secara hukum.






























