Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Melemah Hingga Cetak Rekor Terendah 9 Bulan

Muhammad Julian Fadli
16 March 2026 13:15

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada jeda perdagangan siang hari ini bertambah dalam. IHSG ditutup melemah 97,8 poin (1,37%) di posisi 7.039,4 pada Senin (16/3/2026), sekaligus menjadi yang terendah sejak Juli 2025 atau dalam sembilan bulan.

Sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari ini IHSG terus terjerembab di zona merah, dengan tekanan jual yang deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 7.120,18 sampai dengan terendahnya hingga menyentuh 6.917,32.

IHSG Terendah 9 Bulan Sejak Juli 2025 (Bloomberg)

Transaksi perdagangan saham didominasi aksi jual dengan volume mencapai 18,85 miliar saham dan nilai transaksi Rp8,24 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,03 juta kali diperjualbelikan.


Hanya ada 166 saham yang menguat. Sedangkan sebanyak–banyaknya 537 saham melemah dan 116 saham lainnya tidak bergerak.

Penyebab IHSG Melemah

Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang hari ini. Saham–saham properti, saham barang baku, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing drop mencapai 2,11%, 2,01% dan 1,74%.