Jadi, sampai saat ini jalur Selat Hormuz masih ditutup. Akibatnya, harga minyak dunia kembali melejit.
Pada pukul 07:00 WIB, harga minyak jenis brent melambung 3.22% ke US$ 90,62/barel.
Perang di Timur Tengah antara AS-Israel versus Iran masih berlangsung dan mengancam keamanan energi dunia. Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset) dan menjadi pilihan pelaku pasar saat situasi sedang penuh guncangan.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 36. Masih menghuni area jual (short) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berisiko turun jika melihat dari kacamata teknikal saja. Cermati pivot point di US$ 5.189/troy ons.
Dari situ, harga emas berpeluang menguji support US$ 5.180/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Support lanjutan ada di US$ 5.157-5.113/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 5.026/troy ons.
Namun kalau harga emas ternyata masih kuat menanjak, maka US$ 5.209/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga ke rentang US$ 5.230-5.275/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.368/troy ons.
(aji)





























