Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran Defisit Fiskal Masih Hantui IHSG

Artha Adventy
10 March 2026 13:25

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah analis memperkirakan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) belakangan masih dihantui kekhawatiran terhadap risiko defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026.

Risiko itu belakangan muncul seiring dengan rantai pasok minyak mentah dan produk turunannya yang terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Kekhawatiran pelebaran defisit APBN akibat subsidi energi memicu ketakutan makroekonomi, pelemahan rupiah,” kata Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi saat dihubungi, dikutip Selasa (10/3/2026).


Sentimen risk-off tersebut juga membuat mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia ikut tertekan, termasuk proxy minyak dan gas serta komoditas.

Secara keseluruhan, Wafi menilai pergerakan IHSG belakangan ikut dipengaruhi aliran dana keluar menuju aset safe haven, kekhawatiran defisit fiskal yang berpotensi melebar, pelemahan nilai tukar rupiah, serta tingginya imbal hasil US Treasury.