Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih stagnan, di tengah kondisi ketidakstabilan eksternal akibat perang AS-Israel terhadap Iran masih berlanjut.
Pada perdagangan pagi ini, Selasa (10/3/2026), nilai kontrak rupiah offshore dibuka stagnan di Rp16.982/US$ lalu tak berselang lama sempat melemah 0,43% ke posisi Rp16.964/US$. Saat pasar Asia dibuka, rupiah offshore mendapat tenaga dengan kembali menguat ke posisi Rp16.898/US$.
Setali tiga uang, Branch Manager Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan kombinasi sentimen global dan domestik belakangan masih memengaruhi volatilitas indeks komposit.
Menurutnya, dari sisi global pasar tengah berada dalam fase risk-off akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang sempat mendorong harga minyak dunia naik hingga sekitar US$115/barel, serta penguatan dolar AS.
Kondisi ini biasanya memicu arus dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Terkait sektor minyak dan gas, kenaikan harga minyak global belum sepenuhnya tercermin pada saham-saham energi di BEI. Pasar juga mempertimbangkan risiko domestik, salah satunya potensi tekanan fiskal jika harga minyak bertahan tinggi,” ujar Elandry.
Dia menambahkan, apabila harga minyak menembus sekitar US$92 per barel, terdapat potensi pelebaran defisit APBN hingga sekitar 3,6% karena meningkatnya beban subsidi energi, sebagaimana sempat disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu.
Selain itu, penilaian dari lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings terhadap prospek fiskal dan stabilitas ekonomi Indonesia juga turut menjadi perhatian investor, meski dampaknya saat ini dinilai masih terbatas.
Dalam kondisi volatilitas yang masih tinggi, Elandry menilai pelaku pasar cenderung menunggu stabilisasi sentimen global dan domestik sebelum kembali meningkatkan eksposur di pasar saham Indonesia.
Di sisi lain, Ekonom Bloomberg Tamara Henderson menyebut jika kenaikan biaya energi terjadi sekitar 10% secara berkelanjutan, maka inflasi domesti diperkirakan bisa melampaui target Bank Indonesia pada pertengahan tahun mendatang.
"Dengan inflasi akhir tahun berpotensi mencapai sekitar 4,8%, apabila dampaknya sepenuhnya diteruskan ke harga barang dan jasa yang sensitif terhadap bahan bakar," ujar Tamara dalam catatannya, baru-baru ini.
Bahkan, dalam skenario yang lebih ekstrem, yaitu terjadinya kenaikan harga energi sekitar 20%, dapat membuat inflasi melampaui target lebih cepat, bahkan bisa terjadi pada April atau Mei.
Dalam kondisi lebih ekstrem tersebut, Henderson itu mencatat inflasi Indonesia bahkan berpotensi mendekati 7,5% pada akhir tahun, terutama jika tidak ada bantalan dari subsidi energi, penguatan rupiah, atau kebijakan penahan harga dari pemerintah.
IHSG Berbalik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3/2026), dibuka menguat. Pada pukul 9.01, indeks mencatat kenaikan 105,67 poin atau setara dengan menguat 1,44% ke level 7.443.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 2,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,35 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 111.509 kali.
Sebelumnya, IHSG melelorot ke 7.337,36 atau terkoreksi 3,27% di tengah reli harga minyak mentah.
Saat itu, IHSG sama–sekali tidak sempat menguat, posisi tertinggi pun hanya bertahan di level 7.403,73, seiring bergulirnya perdagangan Bursa Saham Indonesia terus melemah hingga mencapai posisi terendah 7.156,68 imbas melemahnya saham–saham big caps yang jadi pemberat.
Saham–saham transportasi, saham barang baku, dan saham properti menjadi pemberat IHSG dengan masing–masing melemah mencapai 5,21%, 4,59%, dan 4,57%.
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pelemahan pasar saham domestik dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian akibat faktor eksternal.
“Kalau kita lihat memang faktor eksternal yang sedang terjadi ini menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi. Tidak hanya di pasar kita, tetapi juga di global market,” kata Jeffrey saat ditemui di BEI, Jakarta, Senin (9/3/2026).
(art/naw)




























