Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah 3%: Saham Big Caps Hingga Harga Minyak

Muhammad Julian Fadli
09 March 2026 20:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026), di zona merah. IHSG melemah 248,31 poin atau minus 3,27% di posisi 7.337,36.

IHSG sama–sekali tidak sempat menguat, posisi tertinggi pun hanya bertahan di level 7.403,73, seiring bergulirnya perdagangan Bursa Saham Indonesia terus melemah hingga mencapai posisi terendah 7.156,68 imbas melemahnya saham–saham big caps yang jadi pemberat.

Penutupan IHSG Sesi II pada Senin 9 Maret 2026 (Bloomberg)

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp23,88 triliun dari sejumlah 46,8 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan.


Tercatat ada sebanyak 708 saham melemah, dan 68 saham menguat. Sedang terdapat sejumlah 41 saham yang stagnan. Dengan frekuensi perdagangan yang terjadi menyentuh 2,47 juta kali diperjualbelikan.

Penyebab IHSG Melemah

Saham–saham transportasi, saham barang baku, dan saham properti menjadi pemberat IHSG dengan masing–masing melemah mencapai 5,21%, 4,59%, dan 4,57%.