Logo Bloomberg Technoz

BI Ungkap 7 Jurus Terbaru Jaga Stabilisasi Rupiah

Mis Fransiska Dewi
10 June 2026 15:50

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperbarui kebijakan moneter yang difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) imbas konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Sebagai informasi, rupiah membuka perdagangan Rabu (10/6/2026) dengan penguatan 0,79% ke posisi Rp17.918/US$, melanjutkan penguatan yang terjadi kemarin. Tak lama berselang, apresiasi rupiah berubah menjadi 0,61% ke Rp17.949/US$ pada 09:12 WIB. 

Penguatan rupiah bisa dibaca sebagai respons atas pengetatan moneter yang dilakukan BI. Suku bunga acuan naik 25 bps ke 5,5%.


Berikut 7 kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah:

1. Intervensi dalam jumlah yang besar untuk stabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global seperti di pasar spot tunai yakni Domestic Non-deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri maupun off shore Non-deliverable forward (NDF).