Logo Bloomberg Technoz

BRI Soal Kenaikan BI Rate: Jaga Stabilitas Ekonomi 

Mis Fransiska Dewi
10 June 2026 08:30

Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI). (Dok. BRI)
Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI). (Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% merupakan bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan langkah tersebut terutama ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.  

Selain itu, kebijakan tersebut juga diambil guna memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan pemerintah. 


"Perseroan menilai hal tersebut sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Selain itu, keputusan tersebut diambil dalam rangka menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan," kata Dhanny dalam keterangannya dikutip Rabu (10/6/2026). 

BRI meyakini fundamental industri perbankan nasional tetap kuat, ditopang oleh permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta kualitas aset yang resilien. Dhanny juga menyebut perseroan terus melakukan pengelolaan aset dan liabilitas secara prudent.