Inflasi IHK China Tertahan di Tengah Lonjakan Harga Pabrik
News
10 June 2026 11:40

Bloomberg News
Bloomberg, Laju inflasi konsumen di China secara tak terduga mandek pada bulan Mei. Di sisi lain, harga-harga di tingkat produsen justru melonjak dengan kecepatan tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan harga komoditas global yang mulai membawa ekonomi terbesar kedua di dunia ini mendekati akhir dari rekor deflasi panjangnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) China pada hari Rabu (10/6), Indeks Harga Konsumen (IHK) tumbuh 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Laju ini sama persis dengan pencapaian bulan sebelumnya, namun meleset dari estimasi median para ekonom dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan angka 1,3%. Kemerosotan harga daging babi hingga 16% menjadi penahan utama dengan menyumbang kontraksi 0,3 poin persentase pada IHK.
Sebaliknya, inflasi di tingkat produsen atau Producer Price Index (PPI) melesat menjadi 3,9% (yoy), selaras dengan perkiraan pasar dan naik signifikan dari posisi April sebesar 2,8%. Sementara itu, IHK inti—yang menyisihkan komponen bergejolak seperti bahan makanan dan energi—turut mengejutkan pasar karena tumbuh lebih lambat di angka 1,1%, turun dari capaian April sebesar 1,2%.
Setelah perilisan data tersebut, nilai tukar mata uang yuan China langsung menghapus keuntungan yang sempat diraih terhadap dolar AS dalam perdagangan domestik. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun terpantau bergerak stabil di kisaran level 1,7%.































