Logo Bloomberg Technoz

Perang Iran Picu Inflasi, BOJ Diprediksi Naikkan Suku Bunga

News
10 June 2026 08:20

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. (Ting Shen/Bloomberg)
Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. (Ting Shen/Bloomberg)

Toru Fujioka dan Cynthia Li - Bloomberg News

Bloomberg, Para pengamat Bank of Japan (BOJ) memproyeksikan adanya dua kali kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini, dengan kenaikan pertama diprediksi terjadi pada pekan depan. Proyeksi ini menguat seiring dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa perang di Iran berpotensi memicu lonjakan inflasi yang berkepanjangan.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Bloomberg News, sebanyak 49 dari 51 ekonom memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga utama sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Angka ini akan menjadi level tertinggi sejak tahun 1995, ketika dewan kebijakan mengakhiri pertemuan dua hari mereka pada 16 Juni mendatang. Hasil jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa para responden melihat adanya potensi kenaikan suku bunga lanjutan hingga menyentuh 1,25% pada akhir tahun.


Survei ini mencuat di saat tingginya harga minyak dunia mendorong otoritas moneter di berbagai belahan negara untuk beralih ke arah kebijakan yang lebih ketat. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman pada pekan ini untuk pertama kalinya sejak 2023. Sementara itu, beberapa pejabat di Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) belakangan ini juga mulai berbalik arah dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun nanti.

Ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang sendiri mendapat momentum besar setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda pekan lalu memberi sinyal bahwa dirinya lebih mengkhawatirkan risiko kenaikan harga-harga ketimbang dampak ekonomi yang mungkin timbul akibat pergolakan geopolitik di Timur Tengah.

Survei BOJ terkait suku bunga. (Sumber: Bloomberg)