Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat di Rp17.953/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 June 2026 15:20

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan Rabu (10/6/2026) dan ditutup dengan apresiasi 0,6% ke Rp17.953/US$. 

Di level Asia, penguatan rupiah menjadi yang paling mencolok sore ini. Seperti saat pembukaan pasar, mata uang Tanah Air kembali menjadi yang terbaik di Benua Kuning.

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Penguatan rupiah sore ini memperpanjang reli yang dimulai kemarin setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. 


Langkah di luar jadwal rapat reguler tersebut langsung direspons positif oleh pasar keuangan, tidak cuma di pasar valas tapi juga di pasar Surat Utang Negara (SUN) yang mencatatkan aksi beli cukup besar dan penurunan yield di hampir seluruh tenor acuan. 

Meski begitu, penguatan rupiah kali ini belum bisa diartikan sebagai berakhirnya tekanan terhadap mata uang domestik. Bisa dikatakan, yang terjadi saat ini merupakan pemulihan sentimen jangka pendek setelah pasar mendapatkan sinyal bahwa BI bersedia bertindak lebih agresif untuk menjaga stabilitas rupiah.