Tekan Harga Kedelai , Pemerintah Siapkan Subsidi Rp2.000/kg
Andrean Kristianto
09 June 2026 19:53
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para perajin tahu dan tempe di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kondisi ini menambah beban biaya produksi bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor tersebut.
Muhammad Dahlan, perajin tempe di Jalan Sentiong, Pasar Minggu, mengaku lonjakan harga kedelai cukup memberatkan usahanya. Meski demikian, ia tetap mempertahankan harga jual agar tidak membebani konsumen.
Baca Juga
"Harga jual masih sama, paling kita bisanya ngecilin itu juga cuma sedikit, ditambah harga plastik,” ungkap Dahlan, perajin tempe di Jalan Sentiong, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kepada Bloomberg Technoz, Selasa (9/6/2026).
Upaya menjaga harga jual dilakukan dengan menyesuaikan ukuran produk secara terbatas. Langkah tersebut dipilih agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan biaya produksi.
Situasi berbeda disampaikan Lukman, perajin tahu di Jalan Gunuk, Jakarta Selatan. Menurutnya, meskipun harga kedelai naik, harga jual dan ukuran tahu yang diproduksinya masih tetap dipertahankan.
“Harga sama ukuran juga sama,” kata Lukman.
Untuk menjaga stabilitas harga bahan baku tahu dan tempe, pemerintah menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk 250.000 ton pertama melalui Perum Bulog. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah berbagai tekanan pasar.
(dre)





















