Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Pertamax Diyakini Bisa Pulihkan Arus Kas Pertamina

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 June 2026 13:30

Suasana SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Langkah PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter dinilai bakal memulihkan arus kas PT Pertamina (Persero), selepas harga bensin RON 92 itu ditahan sejak April.

Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi berpendapat, tiap selisih harga jual Pertamax dengan harga keekonomiannya sebesar Rp500—Rp1.000 per liter, terdapat potensi pendapatan yang hilang hingga sekitar Rp1 triliun/bulan.

“Bagi Pertamina, kenaikan Pertamax membantu memulihkan margin usaha yang tertekan selama beberapa bulan terakhir. Dampaknya arus kas perusahaan bisa lebih sehat dan kemampuan menjaga pasokan energi ikut membaik,” kata Badiul ketika dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kendati begitu, dia juga mewaspadai potensi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite gegara kenaikan harga pada Juni ini.

Alasannya, disparitas harga antara bensin bersubsidi RON 90 dan nonsubsidi RON 92 itu kian jauh hingga mencapai Rp6.250/liter.