Logo Bloomberg Technoz

Bahan Baku MHP Terputus

SMM mencatat pelabuhan ekspor sulfur utama di Timur Tengah, antara lain; Ruwais di UEA, Jubail dan Ras al-Khair di Arab Saudi, Ras Laffan di Qatar, Al Zour dan Shuaiba di Kuwait, dan Bandar Imam Khomeini di Iran harus mengangkut komoditas tersebut melewati Teluk Persia kemudian melalui Selat Hormuz.

Dengan begitu, penutupan Selat Hormuz membuat pasokan sulfur dari pelabuhan tersebu tak dapat dimuat dan diekspor.

“Lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Struktur pasokan yang sangat terkonsentrasi ini berarti bahwa setelah penutupan Selat Hormuz, sumber bahan baku utama untuk proyek MHP Indonesia akan terputus,” tulis SMM dalam risetnya, dikutip Senin (9/3/2026).

Meskipun begitu, SMM menyatakan terdapat beberapa opsi rute yang bisa ditempuh oleh para eksportir tersebut, tetapi rute tersebut sulit dilalui kapal tanker dengan pasokan besar.

Pertama, pelabuhan Fujairah di UAE. Pelabuhan tersebut terletak di luar selat di Teluk Oman, tetapi jauh dari kawasan produksi di Teluk Persia.

Lalu, biaya transportasi darat akan lebih tinggi dan kapasitas terbatas, serta sulit memprioritaskan pengiriman sulfur dari lokasi tersebut dalam jumlah besar ketika kondisi krisis.

Kedua, pelabuhan Laut Merah di Arab Saudi. Sulfur dapat diangkut melalui darat ke Pelabuhan Yanbu. Namun, transportasi darat memiliki jarak yang jauh dan biaya yang dikeluarkan berpotensi lebih mahal.

Lebih lanjut, SMM memprediksi penutupan Selat Hormuz bakal memengaruhi biaya produksi dan stabilitas pasokan MHP Indonesia.

“Sebagai produsen utama bahan baku material nikel-kobalt [MHP], proyek HPAL Indonesia sangat bergantung pada belerang Timur Tengah. Gangguan ini akan langsung mempengaruhi biaya produksi dan stabilitas pasokan MHP,”  tulis SMM.

Sekadar informasi, Bloomberg News melaporkan para pedagang sulfur kering yang berbasis di Asia bergegas mencari pasokan pengganti yang tertahan di Timur Tengah seiring meningkatnya konflik regional yang mengancam akses terhadap bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan pupuk dan nikel.

Kapal-kapal yang membawa material tersebut tetap terjebak di Teluk Persia, menurut tiga pedagang di China dan Singapura, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena membahas masalah pribadi.

Para pedagang tersebut sedang mencari pasokan alternatif untuk memenuhi permintaan, namun ketersediaan di wilayah lain seperti Kanada terbatas, kata mereka.

Para pedagang menambahkan bahwa mereka telah menerima telepon bertubi-tubi dari klien di China dan Indonesia, yang menanyakan perihal kargo yang sudah menunggu untuk melintasi jalur air utama tersebut, serta mengenai rencana pasokan di masa depan.

Dengan harga sulfur yang sudah mencapai rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan, setiap gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat mendorong biaya naik lebih jauh.

Sekitar setengah dari perdagangan sulfur melalui laut global — kira-kira 20 juta ton per tahun — berasal dari Teluk dan harus transit melalui Selat Hormuz untuk mencapai pasar dunia. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Iran termasuk di antara pengekspor utama.

Pemasok Timur Tengah menyumbang lebih dari setengah impor sulfur China, menurut sebuah catatan yang dirilis Selasa oleh konsultan SMM Information & Technology Co.

Dengan musim tanam musim semi yang mendekat, permintaan sulfur tetap kuat karena pabrik pupuk fosfat beroperasi pada tingkat tinggi dan meningkatkan penyetokan ulang, kata catatan tersebut.

Namun, jika gangguan di selat tersebut berlanjut, persediaan dapat menipis dengan cepat selama musim puncak Maret–April di China.

Meskipun negara tersebut dapat mencari pasokan di tempat lain, jarak pengiriman yang lebih jauh, biaya pengiriman yang lebih tinggi, dan kendala kontrak akan memperlambat penggantian, tambah catatan tersebut.

Di Indonesia, sulfur telah menyumbang lebih dari 40% biaya produksi MHP per Januari, dan kenaikan harga lebih lanjut akan menekan margin bagi produsen nikel, tambah catatan tersebut

(azr/wdh)

No more pages