Sulfur Terimbas Krisis Iran, RI Impor 75% dari Area Teluk Persia
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 March 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penutupan Selat Hormuz gegara perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran turut menghambat perdagangan sulfur dunia.
Permasalahannya, sekitar 50% pasokan sulfur dunia atau sekitar 20 juta ton per tahun berasal dari wilayah Teluk Persia di Timur Tengah.
Negara-negara eksportir utama meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Iran. Sulfur yang berasal dari negara tersebut harus melewati Selat Hormuz untuk mencapai pasar global.
Dalam riset Shanghai Metal Market (SMM), lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Sulfur tersebut banyak dimanfaatkan untuk industri pengolahan nikel utamanya smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) untuk produksi mixed hydroxide precipitate (MHP).
Pada 2025, Arab Saudi menjadi pemasok terbesar sekitar 1,76 juta ton, Qatar sebanyak 967.000 ton, UEA 918.000 ton, Kanada 515.000 ton, Kuwait 366.000 ton, Malaysia sebesar 146.000 ton, dan Singapura 115.000 ton.



























