Logo Bloomberg Technoz

Yield SUN 1 Tahun Tertinggi Sejak 2018, 10 Tahun Nyaris 7%

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 June 2026 10:00

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan imbal hasil (yield) di pasar Surat Utang Negara (SUN) hari ini (8/6/2026), kembali naik dan mengindikasikan adanya tekanan jual terjadi di pasar obligasi domestik, menyusul pergerakan rupiah yang kembali melemah 0,57% ke posisi Rp18.129/US$. 

Melansir data Bloomberg, yield SUN tenor 5 tahun melonjak paling tinggi sebesar 18,5 basis poin (bps) ke posisi 7,13%. Disusul tenor 2 tahun naik 13,5 bps ke Rp7,09%, tenor 3 tahun naik 12,4 bps ke 7,06%.

Kemudian tenor 8 tahun juga mengalami kenaikan yield 15,3 bps ke posisi 7,07%. Begitu juga dengan tenor acuan 10 tahun naik 11,9 bps ke 6,99%, nyaris menembus level 7%. 


Sementara, yield tertinggi dipegang oleh tenor 1 tahun yang naik 3,8 bps menjadi 7,24%, menandai posisi tertingginya sejak 2018. Posisi yield tenor 1 tahun yang lebih tinggi dibanding tenor 10 tahun menunjukkan bahwa kurva yield masih terinversi (inverted). 

Kondisi ini mencerminkan tingginya ketidakpastian jangka pendek, sehingga investor menuntut kompensasi lebih besar untuk memegang surat utang dalam periode dekat dibandingkan jangka panjang karena menilai risiko saat ini jauh lebih tinggi daripada prospek jangka panjang. 

Yield SUN tenor 1 tahun melonjak di atas 7% dan menjadi yield tertinggi sejak 2018. (Bloomberg)