Investasi Hulu Migas RI Bisa Lesu Gegara Konflik di Timur Tengah
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 March 2026 13:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom dan pakar energi mewaspadai kurang bergairahnya minat investasi di hulu migas Indonesia gegara melonjaknya harga minyak mentah akibat penutupan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat harga minyak yang lebih tinggi secara teori memang memperbaiki kelayakan proyek.
Akan tetapi, penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian, biaya pendanaan, serta risiko logistik dan pengadaan peralatan.
Dengan begitu, sebagian investor global diprediksi bakal menunda keputusan investasi hingga volatilitas mereda.
“Risiko investasi hulu menjadi lesu akan meningkat bila ketegangan berkepanjangan membuat biaya modal dan risiko operasional naik lebih cepat daripada perbaikan prospek harga, sementara peluang investasi akan tetap terbuka bila stabilitas kebijakan domestik mampu mengimbangi gejolak eksternal,” kata Josua ketika dihubungi, Jumat (6/3/2026).




























