Logo Bloomberg Technoz

Jaga Iklim

Kendati begitu, Josua menilai pemerintah tetap dapat menjaga iklim investasi di hulu migas Indonesia dengan memberikan kepastian kontrak, percepatan perizinan, hingga menciptakan kebijakan yang stabil di sektor hulu migas.

Dia meyakini banyak investor di hulu migas yang lebih sensitif dengan ketidakpastian kebijakan, dibandingkan lonjakan harga yang sifatnya bisa sesaat.

Dihubungi terpisah, Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia memproyeksi penutupan Selat Hormuz dapat membuat harga minyak dunia melonjak ke level US$100/barel.

Ketua K3EPB UI Ali Ahmudi memandang harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat menjadi insentif bagi peningkatan lifting dan investasi, namun disaat yang bersamaan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik, asuransi, dan impor barang modal.

“Dampaknya terhadap ongkos produksi diperkirakan tidak melonjak drastis, tetapi tetap berpotensi naik tergantung tingkat eskalasi,” kata Ali ketika dihubungi, Jumat (6/3/2026).

Pergerakan harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Sekadar catatan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah melesat 19% sepanjang pekan ini. Meskipun demikian, kontrak berjangka tersebut sedikit melandai ke arah US$79 per barel pada Jumat pagi setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal akan adanya "tindakan segera" untuk meredam tekanan harga.

Sementara itu, jenis Brent bertahan di kisaran US$85 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2024 pada hari Kamis (5/3/2026).

Pasar minyak mentah terguncang hebat oleh konflik yang kini telah melibatkan belasan negara sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan kampanye militer mereka pada 28 Februari 2026. 

Seiring dengan meningkatnya intensitas pertempuran, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti total. Kondisi ini menyumbat pasokan minyak ke pasar global dan memaksa produsen mulai menghentikan produksi, sementara kilang-kilang minyak serta kapal tanker turut menjadi sasaran serangan.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menawarkan 10 blok migas potensial pada awal tahun ini. Blok-blok migas tersebut baru saja selesai melalui tahap studi mendalam.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan 10 blok migas potensial tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM dan telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

“Studi tersebut merupakan bagian dari peran aktif Pemerintah melalui Badan Geologi dan Lemigas untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas,” kata Laode melalui keterangan tertulis, baru-baru ini.

Dia menambahkan, Kementerian ESDM turut berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru.

Antara lain, skema bagi hasil atau split sebesar 50:50, kontrak migas yang fleksibel yakni dapat memiliki cost recovery atau gross split, serta adanya insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.

“Pemerintah saat ini makin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN [termasuk seismik], untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” ujar Laode.

10 blok migas potensial yang ditawarkan awal 2026:

  1. Rupat
  2. Puri
  3. Karapan Baru
  4. Pesut Mahakam
  5. Bengara II
  6. Maratua II
  7. South Matindok
  8. Lao-Lao
  9. Rombebai
  10. Northern Papua/Jayapura

(azr/wdh)

No more pages