Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Naik, Rupiah Sepertinya Masih Rentan

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 March 2026 07:59

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) tak banyak bergerak. Dalam pembukaan perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah di pasar offshore stagnan di Rp16.933/US$, sama dengan posisi penutupan kemarin. 

Dalam tiga hari terakhir, volatilitas rupiah offshore cenderung tinggi menyusul respons pasar terhadap perang Timur Tengah dan langkah intervensi yang dilakukan oleh bank sentral. Pergerakan rupiah selama tiga hari berada di rentang Rp16.883-16.943/US$.

Pada dini hari waktu Indonesia, rupiah sempat diperdagangkan Rp16.982/US$, dengan kenaikan indeks dolar AS sebesar 0,55% ke 99,31. 

Nilai kontrak rupiah offshore dalam tiga hari terakhir pada Jumat pagi (6/3/2026). (Bloomberg).

Kenaikan harga minyak akibat konflik menjadi tekanan bagi pasar Asia hari ini. Minyak mentah Brent tercatat melonjak 4,93% ke US$85,41 per barel hari ini.

Menurut Serena Tang, strategis Morgan Stanley, jika kenaikan harga komoditas minyak ini belangsung cukup lama, pertumbuhan ekonomi berpotensi melemah lantaran tekanan inflasi semakin tinggi.