“Kekhawatirannya adalah jika selat tersebut tetap tertutup selama berminggu-minggu, kita akan melihat kenaikan harga lebih lanjut, bahkan kemungkinan mencapai angka tiga digit,” ujar mantan Menteri Energi AS Ernest Moniz dalam wawancara di Bloomberg TV.
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan bensin. “Semua opsi sedang dipertimbangkan,” kata Burgum, seraya menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut mencakup tindakan yang berdampak instan hingga strategi jangka panjang yang lebih kompleks.
Salah satu keputusan yang mungkin diambil adalah pelepasan cadangan minyak darurat nasional, kemungkinan berkoordinasi dengan negara lain untuk memaksimalkan dampak. Namun, hingga saat ini pejabat pemerintah belum memutuskan untuk menggunakan cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve) yang tersimpan di gua-gua bawah tanah raksasa tersebut.
Di Asia, tanda-tanda tekanan pada ekonomi raksasa mulai terlihat jelas. China telah menginstruksikan kilang-kilang besar mereka untuk menghentikan ekspor diesel dan bensin demi memprioritaskan kebutuhan domestik. Di tempat lain, perusahaan kilang Jepang telah meminta pemerintah mereka untuk segera melepas cadangan minyak strategis negara.
Harga:
- WTI untuk pengiriman April turun 1,6% menjadi US$79,74 per barel pada pukul 07:03 pagi di Singapura.
- Brent untuk penyelesaian Mei naik 4,9% dan menetap di US$85,41 per barel pada perdagangan Kamis.
(bbn)



























