Harga Minyak Menuju Lonjakan Mingguan Terbesar Sejak 2022
News
06 March 2026 07:15

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia bersiap mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak 2022. Hal ini terjadi seiring meluasnya dampak perang di Timur Tengah yang mengganggu pasar energi global, membuat produsen, importir, hingga perusahaan pelayaran kesulitan menghadapi situasi yang kian genting.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah melesat 19% sepanjang pekan ini. Meskipun demikian, kontrak berjangka tersebut sedikit melandai ke arah US$79 per barel pada Jumat pagi setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal akan adanya "tindakan segera" untuk meredam tekanan harga. Sementara itu, jenis Brent bertahan di kisaran US$85 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2024 pada hari Kamis (5/3).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kepada NBC News bahwa negaranya tidak meminta gencatan senjata dan tidak memiliki niat untuk bernegosiasi. Di saat yang sama, Israel terus meluncurkan serangan udara ke Teheran. Menambah panas situasi, Trump menyatakan kepada Axios bahwa ia seharusnya dilibatkan dalam pemilihan suksesor mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Pasar minyak mentah terguncang hebat oleh konflik yang kini telah melibatkan belasan negara sejak AS dan Israel meluncurkan kampanye militer mereka pada 28 Februari lalu. Seiring meningkatnya intensitas pertempuran, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti total. Kondisi ini menyumbat pasokan minyak ke pasar global dan memaksa produsen mulai menghentikan produksi, sementara kilang-kilang minyak serta kapal tanker turut menjadi sasaran serangan.
































