Logo Bloomberg Technoz

Harga Migas Naik, Pertamina Susun Strategi Pengadaan dari AS

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 March 2026 15:00

Depo Pertamina di Tanjung Priok./Bloomberg-Dimas Ardian
Depo Pertamina di Tanjung Priok./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menegaskan tengah menyusun strategi pengalihan impor minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS), termasuk dalam menghadapi tingginya harga komoditas energi gegara konflik di Iran.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan saat ini impor minyak mentah atau crude yang dilakukan Pertamina dari Timur Tengah mencapai 19% dari total impor perseroan.

Dengan ditutupnya jalur perdagangan di Selat Hormuz, Baron menyatakan Pertamina sudah melakukan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif, serta emergensi. 


Terkait dengan proses distribusi alternatif, lanjut dia, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah ihwal pengalihan impor migas yang dilakukan dari Timur Tengah ke AS.

“Jadi alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut. Semua aspek akan menjadi pertimbangan [termasuk tingginya harga komoditas],” kata Baron kepada awak media, di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Rabu (4/3/2026).