Logo Bloomberg Technoz

Kata Bahlil Soal Impor Migas AS: Harga Ekonomis Kenapa Tidak

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 March 2026 20:00

Bahlil Lahadalia di Istana sore ini (2/3/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Bahlil Lahadalia di Istana sore ini (2/3/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap pengalihan impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) dilakukan sebagai solusi atas penutupan Selat Hormuz.

Terlebih, kata Bahlil, jika harga komoditas dari AS tersebut memiliki harga yang ekonomis, maka memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak; bagi Indonesia komitmen pembelian komoditas migas US$15 miliar terealisasi, dan bagi AS memberikan keuntungan secara langsung.

"Dokumen ART yang kita teken itu kan salah satu komitmen kita adalah kita membeli BBM, crude, dan LPG di Amerika kurang lebih sekitar US$15 billion. Dan ini merupakan bagian yang sekali pun sudah diputuskan untuk di pengadilan mereka untuk dianulir, tapi kan kita harus punya komitmen dong," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).


"Dan apalagi kalau harganya itu ekonomis dan win-win, ya kenapa tidak. Dan ini sudah kita lakukan komunikasi," tegas Bahlil.

Bahlil menyatakan terdapat sekitar 20–25% minyak mentah yang diimpor oleh Indonesia melewati Selat Hormuz. Dia mencatat total minyak mentah global yang diperdagangkan melewati Selat Hormuz sebesar 20,1 juta barel per hari (bph).