Logo Bloomberg Technoz

Belajar dari Sejarah, IHSG Berpotensi Melemah Bulan Ini

Muhammad Julian Fadli
03 March 2026 15:25

Papan layar IHSG di Bursa Efek Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Papan layar IHSG di Bursa Efek Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai hari perdagangan Maret ini dengan pesimisme. Hal ini sejalan dengan data historis dalam 10 tahun, IHSG tersekap di zona merah. Jika dirata–ratakan, IHSG tercatat turun 1,62% selama Maret.

Pada perdagangan Maret dua hari ini hingga Selasa (3/3/2026), IHSG terpeleset 3% lebih menuju level 7.979. Sepanjang perdagangan siang hari ini saja, Bursa Saham Indonesia betah di zona merah.

IHSG melemah tersengat sentimen rilis data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi RI pada Februari 2026 mencapai 0,68% month–to–month/mtm terjadi percepatan dibanding dengan sebelumnya 0,15% mtm. Adapun inflasi tahunan year–on–year/yoy menyentuh 4,76%, menguat dibanding Januari yang hanya 3,55% yoy.

Data Historis Indeks Harga Saham Gabungan pada Maret (Bloomberg Seasonality)

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,37% pada Maret 2024. Seirama dengan tahun 2023 yang mencatatkan pelemahan 0,55%. Turun dan merah ini melanjutkan tren negatif dari Maret 2021 yang mencatat minus 4,11%.

Setahun sebelumnya pada Maret 2020, IHSG mengalami penurunan paling dalam sebesar 16,76%. Terlebih lagi IHSG pada Maret 2018 ambles mencapai 6,19% point–to–point.