Logo Bloomberg Technoz

IHSG Siang Ini: Terlemah dalam 5 Tahun, Terlemah di Dunia

Muhammad Julian Fadli
03 June 2026 15:03

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah dalam. Pada Rabu (3/6/2026) pukul 13:45 WIB, IHSG jatuh 5,65% menyentuh posisi 5.845.

Sepanjang perdagangan IHSG terus terjerembab di zona merah, dengan tekanan jual yang semakin deras hingga menyentuh 5.841. Adapun pelemahan IHSG siang hari ini menjadi yang terlemah sejak Mei 2021 atau dalam 5 tahun perdagangan saham.

IHSG Terlemah Sejak Mei 2021 atau 5 Tahun Silam (Bloomberg)

IHSG bergabung bersama bursa saham lainnya yang menetap di zona merah. Hang Seng (Hong Kong), MASI Shares Index (Maroko), Swiss Market Index SWI (Swis), S&P/CLX IPSA (CLP) TR (Chile), SENSEX (India), OMX COPENHAGEN 20 INDEX (Denmark), MSX30 Index (Oman), JSE INDEX (Jamaika) yang menempati index worst performing di laman Bloomberg, yang melemah masing–masing mencapai 1,97%, 1,79%, 1,75%, 1,61%, 1,48%, 1,11%, 0,77%, dan 0,72%.


Dengan demikian, IHSG adalah indeks pelemahan terdalam di dunia.

Transaksi perdagangan saham amat didominasi aksi jual dengan volume mencapai 30 miliar saham, dengan nilai Rp18 triliun. Frekuensi yang terjadi 2,16 juta kali.