Logo Bloomberg Technoz

Melemah 4% dan Terendah dalam 5 Tahun, IHSG Terburuk di Dunia

Muhammad Julian Fadli
03 June 2026 18:36

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Terlebih pelemahan IHSG menjadi yang paling buruk di dunia.

Pada Rabu (3/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.941 pada tutup dagang. Melemah 4,11% dibanding penutupan hari sebelumnya, hingga menjadi yang terendah sejak 2021 silam atau dalam dalam lima tahun perdagangan saham.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 3 Juni 2026 (Bloomberg)

Penurunan tersebut membuat indeks pasar saham Indonesia menghuni deretan bursa saham terlemah atau worst performing index hari ini, yang disusul Swiss Market Index SWI (Swis), Hang Seng (Hong Kong), S&P/CLX IPSA (CLP) TR (Chile), Dubai Financial Market General Index (Uni Emirat Arab), MSX30 Index (Oman), EGX 30 INDEX (Mesir), dan DAX 40 GER40 (Jerman), melemah mencapai 2,57%, 1,56%, 1,48%, 1,11%, 1,05%, 1,04%, dan 0,97%.


Dengan demikian, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, IHSG adalah bursa saham dengan pelemahan terdalam di dunia.

Sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari ini IHSG terus terjerembab di zona merah, dengan tekanan jual yang deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 6.213 sampai dengan terendahnya menyentuh 5.841.