Premi Risiko Indonesia Naik, Penerbitan Sukuk Makin Mahal
Redaksi
03 June 2026 16:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk kemarin (2/6/2026), menunjukkan adanya lonjakan minat investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan adanya inversi yield pada pasar surat utang domestik.
Total penawaran yang masuk naik sebesar 38,6% menjadi Rp26,05 triliun dari hasil lelang sebelumnya (19/5/2026) Rp18,8 triliun. Namun, di tengah lonjakan ini total nilai yang dimenangkan pemerintah justru turun 26,3% menjadi Rp8,85 triliun dari nilai pada lelang sebelumnya Rp12 triliun.
Dengan begitu, rasio penerimaan ikut turun tajam. Pada lelang sebelumnya 63,8%, sementara lelang kemarin tercatat hanya 34%.
Artinya pemerintah menolak hampir sebagian besar penawaran, lantaran enggan mengunci biaya pinjaman terlalu mahal selama puluhan tahun. Dengan begitu, pemerintah memilih menyerap dana lebih sedikit, sebagai bentuk disiplin pengelolaan utang.
Lelang kali ini juga menggambarkan adanya sikap pasar yang kian selektif dan membawa konsekuensi akan biaya yang semakin mahal.





























