Sejumlah saham emiten migas yang menempati jajaran top gainers:
- Apexindo Pratama Duta (APEX) menguat 21,15% ke Rp252/saham
- Energi Mega Persada (ENRG) menguat 14,2% ke Rp2.010/saham
- Elnusa (ELSA) menguat 7,64% ke Rp915/saham
- Medco Energi Internasional (MEDC) menguat 5,79% ke Rp1.825/saham
- Rukun Raharja (RAJA) menguat 5,55% ke Rp4.750/saham
- AKR Corporindo (AKRA) menguat 2,71% ke Rp1.330/saham
- Raharja Energi Cepu (RATU) menguat 1,74% ke Rp7.325/saham
Saham LQ45 yang menguat:
- Adaro Andalan Indonesia (AADI) menguat 8,92% Rp10.075/saham
- Aneka Tambang (ANTM) menguat 4,84% Rp4.560/saham
- Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menguat 3,78% Rp2.470/saham
- Bukit Asam (PTBA) menguat 3,08% Rp2.680/saham
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menguat 2,99% Rp2.410/saham
Tensi Geopolitik Timur Tengah Memanas, Picu Saham Minyak
Sejumlah saham minyak dan gas bumi (Migas) tercatat mengalami kenaikan signifikan imbas memanasnya ketegangan konflik Timur Tengah yang turut membuat harga minyak dunia melesat.
Ketegangan konflik Timur Tengah saat ini kembali memanas usai Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan ini mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Terlebih lagi, serangan itu juga langsung direspons oleh Iran– Teheran melancarkan serangan balik ke Israel dan berbagai fasilitas militer AS di area Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.
Para pejabat Iran menunjukkan sikap menantang, Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran berjanji serangan pada Minggu akan lebih kuat daripada hari sebelumnya. Hingga Oman, yang sebelumnya relatif aman, juga menjadi sasaran serangan pada Minggu.
Rentetannya, tiga kapal dilaporkan diserang di dekat muara Teluk Persia, di tengah tanda–tanda lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, jalur vital minyak dan gas, terhenti akibat konflik di negara tersebut.
Kantor berita Iran Tasnim yang menyebut Selat Hormuz praktis ditutup, mengatakan Pasukan Penjaga Revolusi Iran memperingatkan kepada kapal–kapal Hormuz tidak aman.
Gangguan lalu lintas kapal–kapal yang berkepanjangan akan berdampak besar pada perdagangan minyak global, membuat harga minyak dunia melejit. Harga minyak jenis Brent ada di US$77,9 per barel. Terbang nyaris 10% point–to–point.
Diketahui, Iran adalah produsen terbesar ke–empat di OPEC, dan pertanyaan mulai muncul mengenai kepemimpinan politik dan stabilitas pasca kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Menyitir Mirae Asset Sekuritas, Dalam skenario terburuk, penutupan Selat Hormuz atau perang regional penuh dapat mendorong harga minyak menembus tiga digit secara berkelanjutan, memicu arus ke aset aman seperti emas dan dolar AS. “Memperburuk kondisi eksternal Indonesia akibat biaya energi yang lebih tinggi dan likuiditas global yang lebih ketat,” papar Mirae dalam riset terbarunya, mengutip Senin.
Dalam riset terpisah, Perang AS–Iran meningkatkan ketidakpastian pasokan minyak global terutama melalui ancaman terhadap jalur penting seperti Strait of Hormuz, yang memengaruhi pasokan 20% minyak dunia. “Di sisi lain, konflik tersebut menyebabkan terjadinya ketidakpastian global sehingga para pelaku investor beralih ke aset safe haven seperti emas.”
(fad/red)





























