Logo Bloomberg Technoz

Krisis Iran-Selat Hormuz Lumpuh, Minyak Rawan Menuju US$110/Barel

Mis Fransiska Dewi
02 March 2026 08:10

Minyak. (Dok: Bloomberg)
Minyak. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah analis memproyeksikan harga minyak dunia rawan mencapai lebih dari US$110/barel imbas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran dan terganggunya salah satu urat nadi terpenting perdagangan energi dunia, yakni Selat Hormuz.

Analis yang juga Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Provina Visindo Praska Putrantyo bahkan menilai jika eskalasi terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mendekati titik tertinggi pada semester-I 2022 atau saat terjadi konflik di Ukraina dan Rusia kala itu.

Hal ini diakibatkan karena terganggunya mayoritas pasokan minyak mentah.


“Jika terus berlanjut atau konflik meluas hingga penutupan Selat Hormuz berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan minyak mentah WTI bisa tembus di atas US$100/barel atau US$110/barel,” kata dia, Senin (2/3/2026). 

Jalur pipa migas yang melewati Selat Hormuz./dok. Bloomberg

Untuk jangka pendek, penutupan Selat Hormuz dalam membuat harga minyak WTI berpotensi menyentuh ke level resistance terdekatnya di US$74/barel—US$77/barel. Dalam skenario moderat, harga minyak mentah di kisaran US$75/barel—US$80/barel.