Senada, analis komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan WTI akan dengan mudah melewati level US$70/barel dalam jangka pendek. Namun, apabila eskalasi berlangsung lama WTI dapat tembus di level US$100/barel.
Jika harga minyak WTI naik, lanjutnya, Brent sudah hampir pasti akan mengikuti.
"Brent selama ini harganya sekitar 5%—10% di atas WTI, jadi sekitar US$105—US$110 per barel," ucapnya. “Persoalannya adalah logistik, bukan hanya produksi, 20% minyak mentah melewati Hormuz."
Pada Senin (2/3/2026), harga WTI melonjak hingga 8,07% ke level sekitar US$72,43/barel. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Mei melonjak 12% menjadi US$81,37 per barel pada pukul 7.01 pagi di Singapura.
Sebagai perbandingan, menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terganggunya pasokan minyak mentah global seiring dengan terjadinya konflik Rusia-Ukraina, mengerek harga minyak mentah di pasar internasional selama Maret 2022.
Diketahui pada Februari 2022, harga minyak menyentuh level tertinggi, apalagi setelah serangan Rusia ke Ukraina pertama kalinya terjadi pada 24 Februari. Saat itu harga minyak Brent tercatat US$92,89/barel dan WTI sebesar US$90,94/barel.
Angka ini terus melonjak bahkan untuk Brent untuk pengiriman Mei 2022 naik US$4,77 atau 3,9% menjadi US$127,98/barel, setelah mencapai harga tertinggi sesi di US$133,09 pada Maret sebelumnya. Sementara itu, WTI naik US$4,30 atau 3,6% menjadi US$123,70/barel, setelah mencapai harga tertinggi sesi US$129,40/barel.
Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS akan terus membombardir Iran hingga tujuannya tercapai, sambil mengakui bahwa “kemungkinan akan ada lebih banyak” korban jiwa di pihak Amerika.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada hari Minggu, Trump mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan mengatakan AS dan Israel telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi dan pertahanan udara.
Trump menyerukan militer dan polisi Iran untuk menyerah “untuk kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti.”
“Kita tidak dapat membiarkan sebuah negara yang membentuk pasukan teroris memiliki senjata seperti itu yang memungkinkan mereka untuk memaksa dunia menuruti keinginan jahat mereka,” katanya tentang ambisi nuklir Iran.
“Operasi tempur terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh dan akan terus berlanjut hingga semua tujuan kita tercapai.”
(mfd/wdh)





























