Logo Bloomberg Technoz

Pan Brothers Buka Suara Soal Impor Tekstil Bekas dari AS

Redaksi
23 February 2026 10:00

Pekerja di pabrik tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di Solo, Jawa Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Pekerja di pabrik tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di Solo, Jawa Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan tekstil Indonesia PT Pan Brothers Tbk dan Ravel Holding Inc. melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait dengan  pemanfaatan worn clothing atau pakaian bekas (thrifting) di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto bersama Donald Trump sejak Rabu (18/2/2026) lalu.

Vice President Director PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Anne Patricia Sutanto sekaligus Ketua Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong pengembangan ekosistem recycle textile-to-textile di Indonesia.

“Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan limbah tekstil, termasuk worn clothing yang telah melalui proses penghancuran (shredding) di negara asal, untuk kemudian dikelola dan direcycle di Indonesia menjadi serat daur ulang (recycled fiber) yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku industri.” kata Anne, dalam keterangannya, dikutip Senin (23/2/2026).


Anne bilang kerja sama ini bukan dalam bentuk impor pakaian bekas utuh untuk diperjualbelikan di pasar domestik. Ia juga mengatakan bahwa sejak awal, kami tidak membuka ruang bagi masuknya pakaian bekas jadi.

“Permintaan agar Indonesia menampung worn clothing dalam bentuk utuh tidak dapat kami penuhi. Solusi yang disepakati adalah proses penghancuran dilakukan di negara asal, sehingga material yang masuk ke Indonesia merupakan bahan baku industri untuk didaur ulang dalam kerangka investasi, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi sirkular nasional.” lanjutnya.