Di Bali, aksi bersih-bersih dilaksanakan kolaboratif oleh Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall Bali. Kegiatan difokuskan pada area hotel, pusat perbelanjaan, serta pesisir pantai di sekitarnya.
Hasilnya, sekitar 2 ton sampah plastik dan kayu berhasil dikumpulkan dari area hotel dan garis pantai. Upaya ini menjadi kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah di destinasi wisata.
General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel, Luis Daniel Garcia, menegaskan tanggung jawab industri pariwisata dalam menjaga lingkungan. Ia menyatakan bahwa partisipasi aktif unit usaha di Bali merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan.
“Kami percaya bahwa industri hospitality memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan wisata seperti Bali. Melalui aksi bersih-bersih ini, kami tidak hanya ingin mendukung gerakan nasional, tetapi juga memberikan contoh nyata bahwa kolaborasi antara hotel, pusat perbelanjaan, dan komunitas dapat menghasilkan dampak signifikan. Pengumpulan sekitar 2 ton sampah plastik hari ini menjadi pengingat bahwa upaya pengurangan sampah harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” ungkapnya.
Perwakilan AGP Bali, Steve Sumolang, menekankan bahwa pelaksanaan pada hari H menjadi simbol kesungguhan perusahaan. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud komitmen nyata.
“Momentum Hari Bersih Nasional dan Hari Peduli Sampah Nasional ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud komitmen nyata Artha Graha Peduli dalam membangun budaya peduli lingkungan di seluruh unit usaha. Melalui gerakan Artha Graha Peduli Bersih yang kami laksanakan serentak hari ini, kami ingin memastikan setiap insan Artha Graha mengambil peran aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Di bulan suci Ramadan ini, aksi yang dilakukan menjelang berbuka puasa juga menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang berdampak luas. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti hari ini, tetapi menjadi kebiasaan dalam keseharian,” ujarnya.
Gerakan ini selaras dengan semangat Indonesia ASRI yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Selain dilaksanakan secara profesional, kegiatan HBN dan HPSN 2026 juga didokumentasikan dan dipublikasikan melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan. Publikasi tersebut menjadi bagian dari kampanye kepedulian lingkungan berkelanjutan.
Melalui momentum ini, Artha Graha Peduli kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Perusahaan juga mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengurangan sampah.
Masyarakat diimbau membiasakan memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, serta menerapkan prinsip less waste event dalam setiap kegiatan. Kebiasaan sederhana diyakini dapat memberi dampak signifikan bila dilakukan secara konsisten.
“Selamat memperingati Hari Bersih Nasional dan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita agar semakin ASRI,” tutup Steve Sumolang.
Dalam konteks yang lebih luas, semangat kepedulian sosial juga tercermin melalui kiprah Yayasan Muslim Sinar Mas. Yayasan ini mewadahi praktik keislaman yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkup Sinar Mas.
Yayasan tersebut menjadikan nilai keagamaan sebagai energi untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus produktivitas kerja. Di luar perusahaan, yayasan mendorong silaturahim dan sinergi dengan berbagai tokoh maupun lembaga keagamaan.
Sejak 2008, dengan dukungan APP Group sebagai salah satu pilar usaha Sinar Mas, telah terwakafkan lebih dari 1,3 juta mushaf Alquran. Selain itu, 150 ribu buku panduan membaca Alquran atau Juz Amma serta 300 set Alquran Braille bagi tunanetra juga telah disalurkan.
Rangkaian aksi sosial dan lingkungan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan. Melalui Gerakan ASRI, AGP berharap budaya bersih tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi praktik keseharian di seluruh lapisan masyarakat.
(tim)


























