"Kami menjaga hubungan baik dengan China; kami bekerja untuk memastikan hal ini tetap terjaga, mengingat China adalah aktor global utama," ungkap pemerintah Spanyol dalam pernyataan resmi kepada Bloomberg. "Hal yang sama berlaku untuk Amerika Serikat. Ini konsisten dengan kebijakan luar negeri kami secara keseluruhan. Faktanya, banyak negara Eropa seperti Prancis dan Inggris juga melakukan hal serupa."
PM Sánchez dijadwalkan kembali mengunjungi China pada 13-15 April mendatang, yang menjadi kunjungan keempatnya dalam waktu tiga tahun terakhir. Dalam kunjungan tersebut, Sánchez diharapkan bertemu Presiden Xi Jinping dengan didampingi oleh para pemimpin bisnis Spanyol. Sebelumnya, Raja Felipe VI juga telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing dan Chengdu pada November lalu.
Upaya Madrid untuk memperdalam hubungan dengan Beijing tidak hanya berisiko memicu kemarahan AS, tetapi juga sejumlah tetangganya di Eropa. Meski banyak negara Eropa, termasuk Jerman, berupaya menstabilkan hubungan dengan China di tengah retaknya kemitraan transatlantik dengan AS, negara-negara tersebut juga kian memandang China sebagai rival ekonomi yang mengancam sektor manufaktur Eropa.
Cetak biru kebijakan luar negeri Madrid yang baru ini menyerukan kepada negara-negara Uni Eropa untuk "menangani secara terkoordinasi dimensi hubungan yang lebih struktural dengan aktor sebesar China dan India, khususnya terkait kerangka kerja hubungan ekonomi dan perdagangan." Dokumen itu juga menyebut kerja sama dengan China "sangat penting" dalam isu-isu global seperti perubahan iklim.
Secara internal, Madrid ingin meningkatkan akses perusahaan-perusahaan Spanyol ke pasar China sekaligus menarik investasi di sektor manufaktur otomotif dan energi terbarukan. Saat ini, Spanyol masih mencatatkan defisit perdagangan yang signifikan dengan China.
"Pertukaran ekonomi antara Spanyol dan Asia-Pasifik berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah, dan pangsa kawasan tersebut dalam perdagangan luar negeri Spanyol terus tumbuh," tulis dokumen tersebut. "Sejak 2024, China telah menjadi pemasok utama Spanyol, melampaui Jerman dan Prancis."
Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembentukan "mekanisme dialog strategis di tingkat menteri untuk memperkuat dan melembagakan pertukaran tingkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir." Spanyol juga sangat tertarik pada industri tanah jarang (rare earths) China, serta kerja sama di bidang sains dan budaya.
"Strategi kami harus dipahami sebagai pelengkap dari tindakan Eropa terhadap mitra-mitra kami di Asia," tegas pemerintah Spanyol dalam pernyataannya.
(bbn)





























