Kesepakatan Tarif: RI-AS Kerja Sama Perdagangan Pertahanan
Dovana Hasiana
20 February 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menyederhanakan dan meningkatkan perdagangan pertahanan. Hal itu sebagaimana termaktub dalam perjanjian antara Amerika Serikat dan Indonesia tentang perdagangan timbal balik yang ditandatangani oleh kedua negara pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Namun, beleid tersebut tak mengelaborasi ketentuan dengan lengkap -- termasuk mengenai skema dan objek perdagangan pertahanan yang dimaksud.
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menyederhanakan dan meningkatkan perdagangan pertahanan," sebagaimana termaktub dalam dokumen tersebut, dikutip Jumat (20/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan AS memang telah sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang tidak terkait dengan kerja sama ekonomi. Misalnya, kebijakan Laut China Selatan, pertahanan dan keamanan perbatasan dan sebagainya. Sehingga, perjanjian ini murni terkait dengan perdagangan.
"Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR, maupun di Amerika dengan proses internalnya. Dalam perjanjian ini juga diatur bahwa kedua belah pihak dapat mengubah perjanjian dengan kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis. Ada peluang untuk perbedaan tarif, apakah itu lebih rendah, dengan tadi dibahas di dalam Council of Board yang akan dibentuk," ujar Airlangga.




























