Di kawasan ASEAN, inflasi medis Indonesia juga tercatat lebih tinggi dibandingkan Filipina dan Singapura yang masing-masing berada di level 12% dan 11,5%, serta Vietnam yang hanya 9,5%. Tingginya inflasi medis di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor struktural, mulai dari meningkatnya ketergantungan pada alat kesehatan dan obat impor, kenaikan biaya layanan rumah sakit, adopsi teknologi medis berbiaya tinggi, hingga meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Tekanan inflasi biaya medis ini diperkirakan masih akan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global yang membayangi perjalanan tahun 2026. Dalam situasi tersebut, memiliki proteksi jiwa dan kesehatan yang kuat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah finansial yang rasional untuk menjaga kesinambungan kekayaan.
Relevansi IFG Life di Ekosistem Baru
Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi, IFG Life memahami bahwa relevansi di era digital bertujuan untuk menghadirkan perlindungan yang mudah diakses dan selaras dengan realitas risiko masyarakat.
IFG Life memanfaatkan teknologi untuk merancang produk yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan, dengan tujuan memperluas akses proteksi yang transparan dan sesuai dengan kebutuhan unik setiap individu. Digitalisasi menjadi sarana untuk memastikan nasabah mendapatkan manfaat perlindungan yang tepat, bukan sekadar proses yang lebih cepat.
Di tengah inflasi medis yang terus meningkat, IFG Life memposisikan produknya sebagai solusi perlindungan yang efisien dan relevan. Skema proteksi dirancang agar mampu membantu nasabah memitigasi lonjakan biaya kesehatan tanpa membebani arus kas bulanan secara berlebihan. Dengan premi yang relatif terjangkau, perlindungan IFG Life tetap memungkinkan nasabah menjaga keseimbangan antara kebutuhan proteksi dan konsistensi alokasi investasi.
Dengan menyelaraskan inovasi produk terhadap kebutuhan riil di lapangan, IFG Life memantapkan perannya sebagai mitra strategis yang menyediakan “sabuk pengaman” finansial bagi keluarga Indonesia, memastikan bahwa upaya membangun kekayaan tidak mudah tergerus oleh risiko kesehatan di tengah ketidakpastian era digital.
(tim)






























