Logo Bloomberg Technoz

Strategi IFG Life Melindungi Nasabah di Era Transformasi Digital


(Dok. IFG Life)
(Dok. IFG Life)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergeseran perilaku finansial masyarakat kian nyata di tengah akselerasi digital. Pengelolaan keuangan modern kini menuntut lebih dari sekadar disiplin menabung atau berinvestasi. Nasabah juga perlu punya pemahaman risiko dan pemanfaatan teknologi secara cerdas. Literasi finansial kini berjalan beriringan dengan transformasi digital, terutama dalam perencanaan perlindungan jiwa dan kesehatan.

Perubahan ini tidak lepas dari lanskap digital Indonesia yang kian matang. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Tanah Air telah melampaui 229 juta jiwa atau sekitar 80% dari total populasi pada 2025. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. 

APJII juga mencatat tingkat penetrasi internet mencapai 80,66%, dengan Generasi Z (87,80%) dan Milenial (89,12%) sebagai kelompok pengguna paling aktif. Perangkat seluler pun menjadi medium utama masyarakat dalam mengakses berbagai layanan digital. 


Dominasi generasi muda dan tingginya akses berbasis mobile membentuk ekspektasi baru terhadap layanan keuangan. Masyarakat semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, transparansi, serta layanan yang bisa diakses kapan saja. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas digital juga menghadirkan tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. 

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) aktivitas anomali trafik serangan siber di Indonesia mencapai 4,41 miliar hingga September 2025, meningkat tajam dibandingkan 330 juta pada 2024. Dengan jenis anomali terbanyak meliputi aktivitas malware, akses tidak sah, kesalahan konfigurasi sistem, dan upaya eksploitasi. Sektor finansial sangat rentan terhadap serangan digital yang kini tidak sekadar mencuri data, tetapi menargetkan kerugian finansial dan reputasi bisnis.