Logo Bloomberg Technoz

Menurut Bank Sentral Indonesia, faktor lain yang mendukung kuatnya sistem perbankan adalah likuiditas perbankan yang memadai dan kapasitas permodalan yang terjaga tinggi dan risiko kredit yang rendah.

Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang berhasil mencapai 25,89% pada Desember 2025 tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Adapun Rasio Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto 2,05% dan 0,75% secara netto pada Desember 2025.

Terlebih lagi, Sucor Sekuritas menyebut, seiring meningkatnya kepercayaan dan percepatan pertumbuhan kredit, diyakini kesenjangan valuasi antara harga saat ini dan fundamental yang mendasarinya akan menyempit secara bertahap. 

“Kami menilai kondisi saat ini sebagai peluang yang menarik untuk melakukan akumulasi saham perbankan dan memposisikan portofolio menjelang normalisasi pertumbuhan kredit dan profitabilitas dalam beberapa tahun ke depan,” papar Sucor dalam riset terbarunya, mengutip Jumat (20/2/2026).

Urutan preferensi saham–saham pilihan dari Sucor Sekuritas: saham BBRI, BMRI, BRIS, BBCA, dan saham BBNI.

Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham, dan juga target harga saham bank keempatnya berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada 20 Februari 2026 usai diumumkannya hasil stress test Bank Indonesia (BI),

Target Harga dan Rekomendasi Saham

BBRI
- Buy: 30 Analis
- Hold: 4
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.509/saham

Terbaru, Joshua Tanja, analis UBS, memberikan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga Rp5.100/saham. Selanjutnya Jeffrosenberg Chenlim, analis Maybank Investment Banking Group, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp4.900/saham.

BMRI
- Buy: 28 Analis
- Hold: 5 
- Sell: 3
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.773/saham

Terbaru, Jayden Vantarakis, analis Macquarie menyematkan rating outperform pada saham BMRI dengan target harga Rp6.240/saham. Lebih optimistis, Yap Swie Cu, analis Yuanta Investment Consulting memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp7.300/saham.

BBNI
- Buy: 30 Analis
- Hold: 4
- Sell: 1
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.125/saham

Nico Laurens, analis Panin Sekuritas, menyematkan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp5.500/saham. Kemudian Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp5.300/saham.

BBCA
- Buy: 36 analis
- Hold: 1
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp10.085/saham

Terbaru, Muhammad NurKholis Syafruddin, analis DBS Bank, memberikan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp11.700/saham. Selanjutnya Ferry Wong, analis Citi memberikan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga mencapai Rp10.200/saham.

(fad)

No more pages