Logo Bloomberg Technoz

Berikut bacaan doa berbuka puasa yang paling umum diamalkan oleh umat Islam di Indonesia:

الرَّحِمِيْنَ اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

Doa ini telah menjadi bagian dari tradisi keluarga Muslim di berbagai daerah. Anak-anak hingga orang dewasa hafal dan melantunkannya sebelum menyantap hidangan berbuka.

Empat Doa Lain yang Dicontohkan Rasulullah

Ilustrasi ⁠Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud (Envato)

Selain doa yang populer, Rasulullah SAW juga mencontohkan beberapa bacaan lain saat berbuka. Riwayat ini tercantum dalam berbagai kitab hadis, di antaranya Sunan Abu Daud dan Amal al-Yawm wa al-Laylah.

1. Doa Hilangnya Dahaga

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” HR. Abu Daud no. 2010

Doa ini menggambarkan rasa lega setelah dahaga terobati dan keyakinan akan pahala dari Allah SWT.

2. Doa Singkat dan Penuh Syukur

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” HR. Abu Daud no. 2011

Bacaan ini sederhana namun sarat makna, menegaskan niat puasa dan rasa syukur atas rezeki.

3. Doa Pujian kepada Allah

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu

Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” HR. Ibnu Sunni

Doa ini menekankan bahwa kemampuan berpuasa dan berbuka merupakan pertolongan Allah semata.

4. Doa Memohon Diterimanya Puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Minna innaka antas samii’ul ‘aliim

Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami berpuasa, dan dengan rezekiMu kami berbuka, maka terimalah puasa kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui Hr. Ibnu Sunni

Selain empat doa tersebut, terdapat pula doa memohon ampunan:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku”.

Momentum Penuh Harap di Bulan Ramadan

Hari pertama berbuka puasa bukan sekadar tentang makanan dan minuman. Momen ini menjadi ruang refleksi, rasa syukur, dan penguatan iman.

Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam dapat menjadikan waktu berbuka sebagai kesempatan memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tradisi berdoa sebelum berbuka pun terus diwariskan dari generasi ke generasi. Di bulan Ramadan, doa menjadi pengingat bahwa setiap nikmat datang dari Allah dan patut disyukuri dengan penuh ketulusan.

(seo)

No more pages