Logo Bloomberg Technoz

Jadwal Imsak Jogja 20 Februari 2026, Lengkap Doa Niat Puasa

Referensi
20 February 2026 03:30

⁠Optimalisasi Potensi Diri dalam Spirit Ramadan (Envato)
⁠Optimalisasi Potensi Diri dalam Spirit Ramadan (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tradisi sahur kembali menjadi sorotan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Umat Islam di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci, termasuk memastikan jadwal imsak dan memperkuat pemahaman tentang keutamaan sahur. Momentum ini bukan sekadar rutinitas makan sebelum fajar, melainkan bagian dari sunnah yang memiliki nilai spiritual mendalam.

Keutamaan sahur ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.” Pesan singkat ini mengandung makna luas tentang anjuran untuk tidak meninggalkan sahur dalam menjalankan ibadah puasa.

Keberkahan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik selama berpuasa. Sahur juga menjadi sumber pahala dan pembuka pintu rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, meskipun hanya dengan makanan sederhana atau seteguk air, sahur tetap dianjurkan.

Masih ada sebagian orang yang memilih melewatkan sahur karena alasan kesehatan, seperti perut terasa tidak nyaman atau kembung. Namun para ulama mengingatkan bahwa meninggalkan sahur berarti mengabaikan sunnah yang jelas dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam perspektif ibadah, mengikuti sunnah menjadi bagian dari kesempurnaan puasa.

Waktu sahur dikenal sebagai waktu yang penuh kemuliaan. Di saat itulah banyak hamba Allah yang bangun untuk bermunajat, beristighfar, dan memohon ampunan. Suasana hening menjelang subuh memberikan ruang ketenangan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang bertakwa memanfaatkan waktu sahur untuk memohon ampun. Momen tersebut menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, baik melalui shalat malam maupun dzikir. Keheningan dini hari menghadirkan nuansa spiritual yang sulit tergantikan.

Selain memahami makna sahur, umat Islam juga wajib memperhatikan batas waktu imsak dan subuh. Puasa Ramadhan memiliki ketentuan waktu yang jelas dalam syariat. Kesalahan dalam menentukan waktu dapat memengaruhi keabsahan ibadah yang dijalankan.

Jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M disusun oleh Ketua Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Oman Fathurohman. Perhitungan tersebut menggunakan kriteria awal waktu subuh hasil Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 tahun 2020.

Penetapan awal waktu subuh dilakukan ketika posisi matahari berada pada minus delapan belas derajat. Metode ini menjadi standar dalam penyusunan jadwal imsakiyah Muhammadiyah di berbagai wilayah, termasuk Yogyakarta. Dengan pedoman tersebut, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih terarah.

Jadwal Imsak Jogja 20 Februari 2026

  • Imsak: 04.16

  • Subuh: 04.26 

  • Zuhur: 11.56 

  • Asar: 15.03 

  • Magrib: 18.05 

  • Isya: 19.15

Jadwal tersebut menjadi panduan penting bagi umat Islam di Yogyakarta dalam menentukan batas akhir makan sahur. Meskipun demikian, masyarakat tetap dianjurkan memperhatikan pengumuman resmi dari masjid setempat untuk memastikan kesesuaian waktu.

Selain jadwal imsak, niat puasa Ramadhan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Dalam pandangan ulama Asy-Syafi’iyah, niat merupakan rukun puasa. Tanpa niat, puasa dinilai tidak sah.

Sementara itu, ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah menempatkan niat sebagai syarat sah puasa. Meski terdapat perbedaan istilah, seluruh mazhab sepakat bahwa niat adalah inti dari ibadah puasa.

Niat sejatinya berada di dalam hati. Seseorang yang melafalkan niat di lisan belum tentu menghadirkan niat dalam hatinya. Sebaliknya, orang yang telah berniat dalam hati tanpa melafalkannya tetap dianggap sah puasanya.

Berikut lafaz niat puasa Ramadhan:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta'aala

“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT.”

Pembacaan niat biasanya dilakukan pada malam hari atau saat sahur sebelum waktu subuh tiba. Dengan memahami jadwal imsak dan memperhatikan niat, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan penuh kesadaran.

Ramadhan selalu menjadi momen refleksi dan pembaruan spiritual. Sahur sebagai sunnah yang penuh keberkahan menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah tersebut. Semoga Ramadhan 1447 H membawa rahmat, ampunan, dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim.