Dalam paparannya pada ajang Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026), Jeffrey menyebut dari total 956 perusahaan tercatat, terdapat 267 emiten yang masih memiliki free float di bawah 15%. Namun, jika dipersempit pada 49 perusahaan dalam kelompok tersebut, kapitalisasi pasarnya telah mencakup sekitar 90% dari total nilai pasar.
“Bagaimana 49 ini bisa kami atur dengan baik supaya pasar kita tetap imbang? Oleh karena itu kami menyediakan kontes untuk perusahaan-perusahaan tercatat bisa berdiskusi dengan kami bagaimana timing -nya, disesuaikan dengan kondisi pasar, supaya mereka bisa menambahkan float di pasar tetapi tidak akan mengganggu kestabilan pasar,” katanya.
Di sisi permintaan, BEI juga mencermati pertumbuhan investor domestik. Jeffrey menyebut pertumbuhan aset investor ritel telah melampaui Rp100 triliun. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap institusi domestik untuk berinvestasi hingga 20% di pasar modal dinilai menjadi potensi tambahan demand.
“Hari ini kami sama-sama bekerja keras untuk memastikan tidak hanya investor asing tetap ada di sini, tetapi bagaimana supaya lebih banyak lagi investor asing datang. Itu juga adalah potensi demand kita,” ujarnya.
(dhf)





























