2025, Neraca Pembayaran & Transaksi Berjalan Indonesia Minus
Hidayat Setiaji
20 February 2026 11:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode kuartal IV-2025. Dengan begitu, terkuak pula kondisi NPI sepanjang tahun lalu.
Pada Jumat (20/2/2026), BI mengumumkan NPI pada kuartal IV-2025 mencatat suprlus US$ 6,1 miliar. Jauh lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya yang defisit US$ 6,4 miliar.
Sedikit lebih rinci, transaksi berjalan atau current account mengalami defisit US$ 2,5 miliar, setara 0,69% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian ini tidak sebaik kuartal sebelumnya yang surplus US$ 4 miliar (1,08% PDB).
"Neraca perdagangan non-migas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas. Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik.
Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI)," jelas laporan BI.




























